Operation Bed Warming Bocor ke Publik, Perempuan China Tak Teri【Rangkaian titik di tim sepak bola Perancis】ma Dipaksa Nikah dengan Bujang Lapuk Desa

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:20182019 Daftar titik Liga Eropa

"Perempuan pedesaan harus dididik untuk mencintai kampung halamannya, membangun kampung halamannya," seperti tertulis dalam proposal rencana tersebut, dilansir dari South China Morning Post, Selasa, 12 Oktober 2021.

"Didorong untuk tetap tinggal dan mengubah kampung halamannya untuk menurunkan rasio yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan di sini," sambung pernyataan tersebut.

Usulan pemerintah daerah Xiangyin di Provinsi Hunan, China itu diunggah di laman web partai komunis lokal. Dalam usulan tersebut tertulis bahwa para bujangan desa kini kesulitan menikah lantaran sedikitnya perempuan lajang yang akhirnya dianggap sebagai masalah sosial.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan solusi yang terdiri dari empat poin. Termasuk di dalamnya adalah meningkatkan propaganda agar wanita lokal tidak pindah dari pedesaan, menyederhanakan dokumen hukum agar masyarakat tidak pindah dari desa, serta meningkatkan layanan perjodohan, lowongan kerja, dan gaji.

Sementara lainnya mengatakan, "Saya menduga wanita pedesaan yang masih tinggal di desa, semua akan pergi setelah mereka mendengar proposal ini."

Seorang bocah perempuan tertimbun reruntuhan usai gempa menerjang daerah Kunming China. Setelah beberapa jam terperangkap, ia berhasil diselamatkan petugas.

Liputan6.com, Jakarta - Para wanita di seluruh Cina marah dengan rencana pemerintah daerah untuk memaksa wanita muda agar tetap tinggal di pedesaan dan menikahi bujangan setempat. Rencana itu dikenal dengan Operation Bed Warming (operasi pemanasan tempat tidur).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rencana ini langsung menuai kritik yang meluas. Banyak yang menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kebebasan perempuan. "Kami tidak dididik untuk kembali ke kampung halaman dan melayani mertua kami," ujar salah seorang wanita pengguna Weibo.